Senin, 03 Oktober 2011

Bingung


Akhir-akhir ini aku dihadapkan dengan sebuah masalah batin, dalam bahasa psikologi dihadapkan pada masa dimana remaja mulai menghadapi kebingungan akan dirinya sendiri dan pencarian tentang siapa dirinya. ini adalah sebuah kewajaran. Semua remaja dipastikan merasakan hal demikian sebagai pperkembangan motoriknya. Namun, pertanyaannya, sampai kapan remaja harus merasakan hal demikian? Sampai masa keremajaannya sudah matang kah, atau bahkan dia harus merasakannya sampai bertahun-tahun selama hidupnya.
Tulisan ini bukan ntuk menjawab pertanyaan permasalahan diatas. Bukan bahkan tidak sama sekali.  Pembahasan diatas hanyalah sebagai interpretasi dari perasaan yang aku harasakan beberapa pekan hari ini.
Aku adalah orang yang jika berbicara tentang masalah hati, aku pasti tidak akan tahan dan aku akan kalah. Permasalahn ini adalah permasalahan yang paling krusial yang sering aku hadapi. Berubah-rubahnya perasaan, hilangnya himmah, terbukanya sifat dengki, dan lain-lain. Kadang suatu waktu aku merasa bersemangat, kadang suatu waktu pula aku drop out.
Aku tidak bisa mengontrol kekuatan hati. Aku hanya bisa menggunakan akal sebagai kontrol hati, dan kadang itupun tidak berhasil. Rasa yang timbul dalam hati sangatlah sulit diungkapkan dalam suatu tulisan. Pun kalau ada itu adalah seorang sastrawan dengan kualitas sastranya yang yang hebat.
Ah.. sulit sekali rasanya mengungkapkannya kawan, , ,
07 Desember 2010