Selasa, 05 Mei 2015

#Renung Senja 28

Jadi, sekian langkah kakiku berjalan, berkilo-kilo diri ini kubuang dalam pengasingan, bahkan silaturahmi sesama kawan-kawan lama sudah ‘tidak’ pernah aku sambung—sebagaimana biasanya. Bukan pelarian apalagi mencari ruang aman agar tak lagi bergelut di dunia ‘rimba’ yang dulu aku sangat menikmati dan mengejar-ngejarnya. Pragmatisme.

Hidup yang amat sangat luas dan berlipat-lipatnya, ada sahabat, ada musuh, gembira, lapar, sepi, huru-hara, gegap gempita politik, tukang bakso, aktivis, dan apapun saja hanya satu dari ribuan langkah dimana kau tetap merasa gelap dengan ketidaktahuan akan masa depan. Spekulasi.