Rabu, 12 November 2014

Renung Senja #19

Apakah kita berani memastikan diri bahwa esok hari kita masih hdup. Apakah dengan frame ilmu kita, pengalaman-pengalaman kita, gelar akademis kita, dan apapun saja, kita berani memastikan bahwa semenit kemudian, satu jam kemudian, hingga esok hari, kita masih diperkenankan menghirup nafas oleh Tuhan.

Apakah kita bisa tahu apa yang akan terjadi satu jam kemudian. Apakah kita mampu membaca situasi mengenai apa saja esok hari.

Hidup adalah ketidakpastian. Kita bisa merancang sesuatu jauh-jauh hari, namun apakah bisa memastikan itu semua bisa terjadi. Kita bisa mengatur management, sikap hidup, teknis kegiatan, implementasi teori-teori, dan apapun saja. Namun apakah kita bisa menjamin bahwa aturan-aturan yang sudah kita ciptakan, akan benar-benar terjadi sesuai dengan kehendak kita.
Maka hidup itu tidak pasti, hidup itu seperti malam hari. Gelap, kita butuh lentera untuk menerangi jalan.

Dan lentera itu ada dalam Qalbumu sendiri.