Bukan
maksudku meninggallkanmu Tuhan
Juga bukan
maksudku mematikan cahaya terangmu dalam kalbuku
Tidak Tuhan
Tidak
Hamparan sangat luas nan penuh dengan kekosongan masih menyeruak di depan bola mataku. Hamparan itu bukanlah berupa kebun, ladang, atau lapangan hijau yang dipenuhi dengan keberagaman cipta yang ada. Anak-anak kecil bermain, beberapa domba asyik makan rumput, atau sepasang kekasih memadu asmara di kehijauan itu. Bukan itu yang kumaksud kawan.
Kegundahan
serta ketidaktenangan itu muncul tatkala ada satu siluman, bau kentut tiba-tiba
menyeruak masuk ke dalam tanpa izin sang empunya rumah, tanpa basa-basi andhap
ashor, dan membuat suasana gaduh tanpa merasa sungkan dan dosa. Seisi rumah terkena imbas bau yang tidak sedap. Entah, makan apa dia sehingga kentutnya begitu "wangi" dan menebar. Imbas hakikinya berupa salah paham,
interkoneksi dalam berkomunikasi, munculnya duga'an-duga'an subjektif dan yang
paling ekstrim satu keluarga harmonis itu mulai berhalusinasi bahwa ada satu
proses saling meng-intrik diantara mereka.