Rasulullah mengajarkan kepada umatnya tentang satu metode
interaksi yang sangat mendalam, mencakup kohesitas antara hubungan manusia dan
tuhan, terselip disitu sebuah pendidikan mental, personal, yang kyai-kyai
dipesantren menyebutnya dengan “Ibda’ Binafsika” mulailah dari dirimu sendiri
kira-kira begitu terjemahannya. Ada titik temu yang bersifat vertical dimana
sesungguhnya manusia adalah guru bagi dirinya sendiri. Mandataris bagi akalnya,
hatinya, jiwanya sendiri. “Ibda’ Binafsika” seakan menyindir, meraba sisi
sensitivitas kita bahwa ternyata kita diam-diam dan secara tak sadar menjadi
munafik, nggaya, pamer udel, merasa paling dintara yang paling dan
lain-lain.Senin, 10 September 2012
Ibda’ Bi Nafsika. Sepatu Vs Sandal
Rasulullah mengajarkan kepada umatnya tentang satu metode
interaksi yang sangat mendalam, mencakup kohesitas antara hubungan manusia dan
tuhan, terselip disitu sebuah pendidikan mental, personal, yang kyai-kyai
dipesantren menyebutnya dengan “Ibda’ Binafsika” mulailah dari dirimu sendiri
kira-kira begitu terjemahannya. Ada titik temu yang bersifat vertical dimana
sesungguhnya manusia adalah guru bagi dirinya sendiri. Mandataris bagi akalnya,
hatinya, jiwanya sendiri. “Ibda’ Binafsika” seakan menyindir, meraba sisi
sensitivitas kita bahwa ternyata kita diam-diam dan secara tak sadar menjadi
munafik, nggaya, pamer udel, merasa paling dintara yang paling dan
lain-lain.Sabtu, 08 September 2012
Shiratal Mustaqim
Hari ini kuurai sebuah kehidupan baru, awal sebuah kisah
seorang yang sedang mencari dirinya. Dia ini tersesat dengan akal dan hatinya
sendiri. Manusia itu diciptakan Tuhan untuk selalu berfikir. Terhadap apa saja.
Dengan segmentasi yang heterogen ini, kalau manusia tidak bisa menggurui
dirinya sendiri dengan software pemberian Tuhan yang bernama akal, ia laksana
robot, berjalan kesasna kemari linglung, buta realita dan bisu keadaan. Akal
adalah ruang, dimana semua ilmu, hikmah, kebijaksanaaan, rasa bersalah, atau
apapun saja ngrumpel menjadi satu. Maka ia harus digali, direnungi. Afala tatafakkarun, tadzakkarun, Takqilun
kata Tuhan. Loh..sampai mana ini. Kita
kembali ke pemuda tadi. Pemuda ini mencoba mencari dirinya dengan sliwar-sliwer,
grusak-grusuk ke semua segment organ disekelilingnya. Berharap, dengan grusak-grusuknya
itu, dia akan mendapatkan sebuah “nubuwwah” dari Tuhan, berharap menemukan
hikmah mengapa, bagaimana, dan siapa sebetulnya dirinya ini. Lebih tepatnya ini
adalah proses tentang pencarian jati
diriku, yang sampai hari ini aku tak tahu, bahkan mengapa aku harus mau tahu
tentang semua ini.
Rabu, 22 Agustus 2012
Lahir Kembali
Seakan lahir kembali, kayaknya seperti itu. Memandang siapa saja, dari arah dan kondisi apapun yang ada hati dan akal alhamdulillah bisa diajak kompromi. Selama ini, menghadapi berbagai segmen sosial yang melampang, harus membutuhkan ketangguhan mentral, kejernihan akal, dan kebersihan hati. Bondo tampang saja tak cukup, kau akan dimaki habis-habisan jika hanya tampang saja yang kau andalkan. Lha wong Gus Muhammad kurang apa pada kelembutan "tampang" beliau.
Idul fitri ini adalah sebuah ruang. Dimana kiita menjadi botol kosong setelah beragam macam air memasuki diri kita. Air kedengkian, air ketidakadilan berpijak, mungkin juga air kesombongan yang menyala-nyala. Ya Allah...begitu beraninya makhlukMu memakai bajuMu yang bernama kesombongan.
Berduyun-duyun setiap orang memasuki rumah demi rumah, berbondong-bondong tamu mengucapkan kemesraan kata maaf yang semuanya mengandung arti yang begitu luas untuk ditasfsirkan kembali. Minal a'idzin wal faizin ya? di hari yang penuh fitri ini, kita menjadi manusia suci, menambah kesejatian diri.
Semua dan siapa saja sudah kumaafkan, tidak hanya dalam setiap momentum fitri ini. Tetapi dalam setiap kesempatan kumerenung, menghayati, kontemplasi diri, aku selalu berusaha dengan sekuat hati memaafkan kesalahan siapa saja, dengan bergam dan model kesalahan yang pernah diperbuat.
Semoga kita diberi kekuatan oleh Allah Swt untuk selalu menggandeng siapa saja ke dalam kesucian diri, kebersihan hati dan keaslian jati diri.
Jombang, 4 Syawal 1433 H
Kamis, 09 Agustus 2012
Gegap
Wahai Sahabat
Kau bercucuran keringat
Keringat semangat, idealis “buta”, semangat perjuangan
Demi penegakan kesejahteraan
Tunggu
Sebentar lagi aku menyusul
Demo-demo gegap gempita
BBM menjadi isu penting
.
Ya Allah
Pemerintah sudah kehilangan wibawa
Prestisiusitas mereka lumpuh, pudar
Masyarakat sudah cerdas, dewasa berfikir sekarang
.
Serba terbolak-balik
Sudra menjelma ksatria
Waisha mencapai derajat tinggi menjadi Brahmana
Kacau balau
Topeng-topeng Candala tersumbar di setiap wajah
pemerintah kita
Hilang pusaka
Terlempar jauh, sangat jauh
.
UUD ’45 sudah layu
Pancasila menangis, sayapnya yang melambai anggun sedikit
mulai merontok
.
Indonesia tanah airku..
Tanah tumpah darahku…
Maret 2012 10.17 WIB
Selasa, 31 Juli 2012
Mahasiswa Uin Maliki malang itu hilang tertelan ombak.
Saya sangat sedih mendengar kabar tentang sahabat karib
saya Durahman mahasiswa UIN Maliki Malang Fakultas Saintek semester 4 ini
hilang tertelan ombak ketika pengabdian masyarakat di Pantai Serang yang terletak di desa Serang,
kecamatan Panggungrejo, Blitar beberapa hari yang lalu. Terhitung sejak
hari Rabu 17 Agustus 2011 sampai sekarang jasadnya belum diketemukan.
Penyisiran dan pencarian oleh tim SAR, penduduk setempat, kepolisian, dan para
nelayan sampai sekarang (21 Agustus 2011) masih nihil. Menurut penuturan mas
Icun, salah seorang yang ikut terlibat
dalam pencarian Durahman mengatakan “ini aneh mas, wes petang dino jasade
durung ketemu, iki mesti ono hubungane embe’ mistik”tuturnya saat saya bertemu
di kantin beberapa hari yang lalu.
Begini kronologisnya ;(menurut penuturan saksi mata)
Durahman dengan dua belas temannya ditugasi untuk
melakukan pengabdian masyarakat di Blitar. Berangkat pada hari jum’at pukul
13.00 setelah shalat Jum’at. Sampai di Blitar pukul 16.00 dan mampir di pantai
serang Blitar untuk melepas lelah dan menikmati surup di pantai itu.
Sore itu ombak begitu besar sehingga memancing Durahman dan dua belas orang
temannya untuk kecek dan ciprat-cipratan air di tepi pantai.
Praktis, sedikit banyak pakaian mereka basah termasuk
Durahman. Kalau teman-teman Durahman yang basah celananya, sedangkan Durahman
sendiri yang basah jaketnya. Dia meminta izin sebentar untuk melepas jaket yang
dikenakannya. Dan teman-temannya yang lain masih asyik bermain-main air.
Nah, setelah melepas jaket, ada yang mengatakan Si
Durahman ini jalan di tepi pantai, jalan dan terus jalan dan akhirnya lenyap
menghilang. Setelah puas menikmati
suasana dan akan berlanjut pulang, teman-temannya sadar kalau Durahman sudah
tidak ada. Mereka akhirnya menghubungi nelayan setempat, penduduk sekitar, Lurah, RT, RW, termasuk pihak kampus, tim SAR,
dan polsek Serang. Dan diputuskan untuk
melakukan pencarian selama tujuh hari, jika dalam jangka waktu tujuh hari belum
diketemukan jasadnya, wallahu ‘alam.
Oke, diatas adalah sekilas kronologis empiris menurut
saksi mata dan beberapa orang yang terlibat di tempat. Ikhtiyar yang
dilakukan oleh team relawan untuk menemukan si Dur tidak hanya sebatas study
empiris, melainkan juga melalui pendekatan mistik dan sugestif. Dimana-dimana
jika ada orang yang tenggelam di pantai, hilang atau sejenisnya yang paling
memungkinkan untuk didapati kesimpulan (dalam hal ini, mistis) adalah digondol
nyi roro kidol. Saya tidak mengarang, tapi memang beginilah informasi yang
saya peroleh.
Akhirnya, beberapa orang mencoba menghubungi orang
pintar, kalau kita menyebutnya paranormal, dukun dan sejenisnya. Si mbah dukun
ini disamping melakukan ritual khusus juga ikut melakukan penyisiran, dari
mulai pantai serang sampai balekkambang. Nihil. Dari rawa ke rawa, muara ke
muara. Juga nihil. Kata mbah dukun, “ini aneh mas, saya sering menolong orang
dalam hal-hal seperti ini, jika dia memang benar-benar digondol nyi roro,
biasannya saya mendengar ada jeritan minta tolong. Tapi, sudah sejauh ini saya
tidak mendengar suara-suara minta tolong. Ini sangat aneh. Senada dengan si mbah, Mas Icun juga
menuturkan “jasad manusia kalau terkena air, itu ndak akan hancur, Cuma
memutih. Dan kalau memang tertelan ombak, pasti ketemu.
Dalam penglihatan si Mbah, Ternyata
si Dur ini sudah diincar sejak awal oleh Nyi Roro di dunia ghaib untuk di
jadikan mantu di alam sana. Disamping si Dur ini tampan,
perangainya juga sopan. Nyi Roro kepincut. Di alam sana si Dur didampingi oleh
seorang perempuan cantik dan berjilbab yang memungkinkan itu adalah jelmaan
Jin. Mereka berdua diberi Nyi Roro sebuah masjid beratapkan emas dan megah.
Praktis, si Dur krasan dan tidak mau kembali pulang. Dan akhirnya, terlepas
benar dan tidaknya penuturan mbah, ini hanyalah ikhtiyar untuk menemukan Si Dur agar secepatnya bisa
diketemukan. Percaya dan tidak percaya silahkan itu adalah hak anda. Saya hanya
sebatas menginformasikan apa yang telah saya dapat dari berbagai penutur dan
saksi mata.
Akhirnya dan akhirnya, semoga sahabat
karib kita Abdurahman bocah Jombang bisa cepat ditemukan. Wallahu ‘Alam.
malang,
21 Agustus 2011
Senin, 30 Juli 2012
What's Cinta
Kau tahu sahabat
bahwa semua lini kehidupan mempunyai frekuensinya
masing-masing
Entah itu politik, budaya, ekonomi, kemanusiaan,
ketuhanan, maupun dalam spectrum
kejiwaan yang sensitive bernama cinta
Setiap halnya ada titik kulminasi yang luar biasa utuk
dirasakan, diendapkan dalam hati hingga MATI
Tak apa
Itu hanyalah proses dielektika perjuangan, pendidikan
mental, dan kesutradaraan Tuhan
Agar ia tahu dan faham siapa sesungguhnya dirimu
.
Kau tahu sahabat
Salah satu tetes frekuensi yang mengobrak-abrik aku kali ini
adalah CINTA
Sudah sepanjang abad berjalan, sedemikian rupa sejarah
memberikaan hikmah dan makna
Kenapa manusia harus leleh, goncang seluruh tatanan dirinya
Jika berhadapan dengan yang namanya
CINTA
Bukankah CINTA hanya milik mereka yang faham apa itu cinta
Bukankah cinta hanya mau bersanding kepada mereka yang
menghargai ketulusan
Akankah cinta mengenal manusia yang hanya menuruti nafsu
atas nama cinta
Sudahlah…jangan kau koar-koar dengan lantang dihadapan
seluruh penduduk bumi
Bahwa engkau tersakiti oleh cinta
Lihatlah keatas, pejamkan sejenak suara bising, tadahkan tanganmu lebar-lebar
Bahwa
Tuhan adalah simbolik dari cinta
Dekatkan dirimu padaNya, sapa Dia dengan do’a, rendahkan dirimu di hadapanNya
Maka kau akan benar-benar mengeri apa, bagaimana,dan siapa itu
CINTA
30 Juli, 2012. 18.35 Wib
Minggu, 29 Juli 2012
Krisis Eksistensi
Suara jangkrik bersautan
menemani malam-malam
Sedang aku sendiri masih
belum ingin memejamkan mata
Semua terlelap
Aku masih ingin
menemukan sesuatu yang bermakna
Apapun itu
Kucari di setiap desir
angin malam yang dingin
Ku lepas bajuku,
kubiarkan desirannya menembus tulang
Gigiku gemertak, dadaku
sesak, dan mataku ingin terpejam
Tapi fikiranku melawan
Hei..jangan kau terlelap
dulu, dasar manusia pemalas!!!
Lucu, aku dihina oleh
fikiranku sendiri
Aku belum menemukan
kekuasaan dalam diri ini
Aku masih menjadi budak
Budak fikiran yang
dipaksa untuk terus mencari, mencari, dan mencari
Tentang
Siapa aku
dan dimana langkah
kakiku
Malang,
05 April 2012
01.24 Dini hari
01.24 Dini hari
Usik sana-sini
Karena
yang dipimpin bukan dari golongan jin, malikat, hayawan maka ya sulit. Ngatur
model macem orang, bertemu dengan berbagai latar belakang. Lha ini ni yang
sulit, nggowo-nggowo ideologi. Ideologi itu tempatnya di dapur mbak, mas.
Jangan anda taruh ideologi di meja ruang tamu. Wah-wah, dzalim ini namanya.
Sabtu, 29 Juli 2012 puku 21.00-23.30 wib semua pada melonjak, pada protes
dengan dirinya sendiri, rasan-rasan menjadi rame dibelakang. Aiiiih...PKLI
kurang 12 hari lagi, lha koq podo berantem.
Fitri : Aku pingen
ngomong An, ini menyangkut pribadi seseorang. Berhubung ini forum terbuka, itu
tu si Neyla. Jangan egois dong kalau jadi orang. Sampyan kalau tak lihat kok
berubah baanget. Kalau dulu rajiiin, sekarang koq malah lemot. Inget ya mbak,
sampyan kan sekretaris. Sampyan pernah bilang kalau sekretaris itu ibunya
arek-arek, menjadi contoh, uswah yang baik. Trus mana yang sampyan contohkan ke
arek-arek mbak. Trus, tadi sore sampyan nggak ngajar TPQ, alasannya capek eeeh
malah ngluyur ke alun-alun. Gimana she sampyan. Trus malamnya juga, nggak ikut
traweh. Adoooh kanak….
A'nd : Sudah-sudah, ayo sini kumpul. Ngobrol enak-enaakkan.
Yang jujur, sebenare onok opo. Koq yang cewek-cewek kayaknya rameeee aja dari
kemarin. Sudah, ini forum terbuka, semua harus mengeluarkan uneg-unegnya.
Anis : Gini lo an,
kita ini kan sudah lumayan lamaa disini, sudah dua mingguan lebih. hidup
bareng, makan bareng, sahur buka puasa bareng. Tapi kok ada yang berubaah gitu.
Yang kurasakan adalah bahwa kita sudah ndak sekompak dulu, ndak bareng-bareng
lagi. Sekarang malah mlaku dewe-dewe. Bikin geng, ngrasani ini ngrasani itu.
Kamu juga an, mbok yo arek-arek diingetin.
A’nd : oke2…biar ndak
subjektif. mungkin konco2 yang lain gimana.
Fitri : Aku pingen
ngomong An, ini menyangkut pribadi seseorang. Berhubung ini forum terbuka, itu
tu si Neyla. Jangan egois dong kalau jadi orang. Sampyan kalau tak lihat kok
berubah baanget. Kalau dulu rajiiin, sekarang koq malah lemot. Inget ya mbak,
sampyan kan sekretaris. Sampyan pernah bilang kalau sekretaris itu ibunya
arek-arek, menjadi contoh, uswah yang baik. Trus mana yang sampyan contohkan ke
arek-arek mbak. Trus, tadi sore sampyan nggak ngajar TPQ, alasannya capek eeeh
malah ngluyur ke alun-alun. Gimana she sampyan. Trus malamnya juga, nggak ikut
traweh. Adoooh kanak….
Neyla : Maafin deh
kalau gitu, aku emang salah. Tapi jangan dilontarkan ke aku semuaanya donk. Aku
juga manusia rek, punya salah menyimpan lupa. Oke2,kalau kata kalian aku
seperti itu, sekali lagi maaf. Aku memang lagi kesel rek, capek, ngurus ini
ngurus itu. bla..bla..
Habib : Wes2….bla..bla…
A’nd : Oo…gitu ta
permasalahannya. Bla…bla…bla…
Apa memang
psikologis peempuan itu cenderung sensitive, hingga masalah pribadi pun terbawa
pada hubungan sosial. Ah..mboh lah. Teman teman banyak yang salah sangka, kalau
hidup bersama pasti akan bahagia. Kalau hidup dengan banyak orang, pasti akan
gugur gunung tandang gawe. Menurutku, kalau kita sudah nyemplung dengan
berbagai macam orang, bebarengan dalam satu atap disitulah letak titik
persoalan baru, perbedaan yang mullti, pertentangan dan keinginan-keinginan
yang berbeda. Wajar, itu adalah kolektifitas mereka sebagai manusia. Kalau kita
tidak bisa membawa pemetaan yang bijak, kok rasanya keegoisan akan muncul,
kedewasaan tak kunjung dewasa, dan rasa gumede menjadi superioritas.
Konco-konco
sudah mulai belajar arti kedewasaan. Wes tuweek rek.hehe. Jika kau merasa kejeduk,
kehadang jangan strees jangan frustrsi. Bersyukurlah, karena disitulah
letaknya ilmu, disitulah letaknya kreatifitas. Lha, hobiku iki senengane
nggolek masalah, ilmune cek metu. Ya
Tuhan, sayangi teman-temanku, kasihi semua kerabat-kerabatku, rahmatilah
kekasihku, sayangilah ibu bapakku.
Malang, 08 Ramadhan 1433 H
Sabtu, 28 Juli 2012
Sandaran Hati
Semoga kasih dan rahmad Allah membuatmu semkain dewasa dan baik-baik saja disana
Semoga kau menemukan kehidupan baru, kesejatian yang hakiki, dan kekuatan hidup dalam berdialektika
Dan semoga Tuhan selalu meridhoimu dengan campur tangan dan rahmadNya yang luas...
.
Agaknya, menjadi suatu "siksaan" bagiku tatkala mengenalmu
itu wajar dan itu biasa
Aku seorang lelaki, cengeng rasanya dengan hal-hal "kecil" dimana semua orang mengalami perasaan yang sama
Agaknya, membuat mataku basah, telingaku tuli, dan hatiku buta tatkala melihat ronamu di depan mataku
itu wajar dan itu biasa
Aku hanyalah manusia biasa dengan segala kolektifitasku yang penuh dengan kelebihan dan kekurangan
Agaknya, membuat aku merengreng rindu, terhentak dalam kesepian, dan selalu mecari pecahan wajahmu yang selalu beterbangan disetiap sudut lamunanku
itu wajar dan itu biasa
Karena aku diam-diam telah menjadi "gila". Layak Qais tergila-gila pada kerinduan yang dahsyat karena hilangnya Layla dari kehidupannya
Dan aku tak ingin seperti itu
Namun apa daya, "kegilaanku" ini akhirnya menjadi kekuatan, tembok terjal untuk berusaha sebisa mungkin untuk menahan, mendekap, merona dengan desiran angin malam yang dingin
.
Semoga kau cepat menemukan kebahagiaan dan cinta sejati
Semoga kau mampu berdiri dengan dua kakimu sendiri
Semoga kau bisa merangkul siapa saja dengan dua tanganmu yang sarat keikhlasan
.
Cinta ini hadir karena percikan sinar Tuhan
dan
Cinta ini ada bukan karena kebetulan
.
Ruang rindu menjadi sahabatku dalam menata hati
Muhammad sang Nabi menjadi angan-angan dalam mimpi
dan
Allah sang pembolak-balik hati menjadi sandaran ketika aku sudah tak mampu lagi meraih cinta yang sejati
.
#di ruang rindu kita bertemu#
Sabtu 07 Ramadhan 1433 H. 21.0 Wib
Semoga kau menemukan kehidupan baru, kesejatian yang hakiki, dan kekuatan hidup dalam berdialektika
Dan semoga Tuhan selalu meridhoimu dengan campur tangan dan rahmadNya yang luas...
.
Agaknya, menjadi suatu "siksaan" bagiku tatkala mengenalmu
itu wajar dan itu biasa
Aku seorang lelaki, cengeng rasanya dengan hal-hal "kecil" dimana semua orang mengalami perasaan yang sama
Agaknya, membuat mataku basah, telingaku tuli, dan hatiku buta tatkala melihat ronamu di depan mataku
itu wajar dan itu biasa
Aku hanyalah manusia biasa dengan segala kolektifitasku yang penuh dengan kelebihan dan kekurangan
Agaknya, membuat aku merengreng rindu, terhentak dalam kesepian, dan selalu mecari pecahan wajahmu yang selalu beterbangan disetiap sudut lamunanku
itu wajar dan itu biasa
Karena aku diam-diam telah menjadi "gila". Layak Qais tergila-gila pada kerinduan yang dahsyat karena hilangnya Layla dari kehidupannya
Dan aku tak ingin seperti itu
Namun apa daya, "kegilaanku" ini akhirnya menjadi kekuatan, tembok terjal untuk berusaha sebisa mungkin untuk menahan, mendekap, merona dengan desiran angin malam yang dingin
.
Semoga kau cepat menemukan kebahagiaan dan cinta sejati
Semoga kau mampu berdiri dengan dua kakimu sendiri
Semoga kau bisa merangkul siapa saja dengan dua tanganmu yang sarat keikhlasan
.
Cinta ini hadir karena percikan sinar Tuhan
dan
Cinta ini ada bukan karena kebetulan
.
Ruang rindu menjadi sahabatku dalam menata hati
Muhammad sang Nabi menjadi angan-angan dalam mimpi
dan
Allah sang pembolak-balik hati menjadi sandaran ketika aku sudah tak mampu lagi meraih cinta yang sejati
.
#di ruang rindu kita bertemu#
Sabtu 07 Ramadhan 1433 H. 21.0 Wib
Jumat, 27 Juli 2012
Nyemplung di Sukopuro
Ayo konco
nggrayahi karyo ning projo
Kene gogor
gunung tandang gawe
Sayuk sayuk
rukun bebarengan ro kancane
Lelo lan legowo
kanggo mulya ning negoro
Siji loro telu
papat
Maju papat papat
diulang-ulangake
tansoyo enggal
rampunge
Kolobis kuntul
bares
Kalau dalam masyarakat madani ada
system horizontal dimana setiap kelompok, komunitas, suku mempunyai kesadaran
kolektif akan kebersamaan dalam menjunjung satiap perbedaan. Perbedaan ini
mempunyai hierarkisitas yang bermacam-macam. Misal yang paling sederhana
mungkin bisa dilihat dari sisi usia. Di pedesaan, yang disbut pamong, kamituo,
sesepuh desa, petinggi sangat dihormati terlepas apakah yang menjadi kamituo
muda atau tua. Yang dilihat bukan apakah dia mempunyai kapabilitas atau tidak.
Apakah dia bersosiaal atau tidak. Apakah dia berkompeten dalam bidangnya atau
apakah dia hanya sebatas nyantol di structural desa itu tidak penting. Di dusun
Loring desa Sukopuro kecamatan Jabung Malang, kalau anda pernah sesekali main
kesana jangan kaget kalau kepala desanya masih muda. Kemudaaannya bisa dilihat
dari cara bergaul, bagaimana dia menghadapi masyarakat yang penuh dengan
perbedaan, cara dia berbicara, bahkan cara dia berpakaian. Begitupun dengan
pamong-pamong yang lain. Sekretaris desa juga misalnya, masih jejaka, belum
menikah sekilas kalau anda menjumpai beliau nampak seperti preman, pakai celana
seperempat, besar, dan agak serem. Itu baju luar pak heri sekretaris desa. Baju
dalamnya beliau sangat sekeco, sederhana, dan selalu nyumanggakno.
Pun dengan pamong-pamong yang lain. Sukopuro adalah pusat “peradaban” dari
sekian desa yang mengelilinginya. Hiruk pikuk adat, budaya, keagamaan, sosial,
ekonomi Sukopuro adalah pusat dari semua itu.
Aiiiih….Puji syukurku pada Allah,
aku dan teman-teman ditakdirkan nyemplung di dusun ini. Kalau sudah
nyemplung, mau apalagi kalau tidak basah
kuyup sekalian. Bicara kesan, terlalu sombong rasanya kalau berlebihan. Tetapi
tidak dipungkiri kesan yang kami dapat benar-benar berkesan. Entah, bagaimana
kabar teman-teman yang lain. Yang pasti, ketika kami sudah kembali ke kampus,
kumpul di warung kopi, dikelas, mau diskusi, pasti ribut sana-sini. Yang ini nyerocos
pengalaman ini, yang situ tak mau kalah, gegap gempita tukar cerita selama
“terpenjara” empat puluh hari di tempat PKLI.
Selamat mencari pengalaman baru, bertukar ilmu, mengabdi kepada kebenaran
sejati, mencari jati diri, dan bergelut dengan persoaalan-persoalan baru demi
sebuah tingkat kedewasaan yang bernama kebijaksanaan.
Malang, Juli 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
