Senin, 25 Juni 2012

Css Mora Uin Maliki : Antara Ego, kewajiban dan kepentingan

Bismillahirrahmanirrahim…..
            Forum sosialisasi masalah penempatan anggota Css Mora baru saja digelar. Sekian menit yang lalu, pada hari Rabu tanggal 20 Juni 2012 di kantor HTQ pada pukul 19.00-22.00 Wib.  Menjadi satu moment penting untuk menentukan langkah, masa depan arek-arek dalam menata dirinya maupun organisasinya yang masih bau kencur ini. Entah, aku selalu suudzon mengapa forum-forum yang terjadi selama ini hanyalah kamuflase belaka, kebohongan structural, dan pembodohan mental serta pendidikan yang diterapkan (Ya Allah, semoga ini salah). Aku hanyalah pemuda bodoh yang mencoba mencari langkah, menemukan solusi terhadap lingkungan yang kugeluti. Di organisasi, masyarakat, maupun konco-konco sejawat. Segmentasi menjadi penting, karena itu adalah proses dimana manusia mulai menemukan siapa dirinya dan siapa Tuhannya.

Kamis, 21 Juni 2012

Puasa Menuju Makan Sejati

Puasa : Menuju Makan Sejati
(Emha Ainun Nadjib)

Puasa itu jalan sunyi 
Tersedia makanan tapi tak dimakan 
Tersedia kursi tapi tak diduduki 
Tersedia tanah tapi tak dipagari
Puasa itu jalan sunyi 
Menggambar tapi tak terlihat 
Bernyanyi tapi tak terdengar 
Menangis tapi tak diperhatikan
Puasa itu jalan sunyi 
Menjadi tanpa eksistensi 
Pergi menuju kembali 
Hadir tapi tak dikenali

ILMU Rasulullah Muhammad, "hanya makan ketika lapar dan berhenti makan sebelum kenyang", telah menjadi pengetahuan hampir setiap pemeluk Agama Islam, tetapi mungkin belum menjadi ilmu. Puasa demi puasa, Ramadlan demi Ramadlan beserta fatwa demi fatwa yang senantiasa menyertainya dengan segala kerendahan hati harus saya katakan belum cukup mengantarkan kita dari permukaan pengetahuan menuju kedalaman ilmu.
Ada jarak yang tak terkirakan antara pengetahuan dengan ilmu, meskipun khasanah kebahasaan kita dengan kalem menyebut ilmu pengetahuan di lembaran-lembaran kamusnya. Dengan berkunjung ke sebuah museum, kita bisa memperoleh pengetahuan tentang sebilah pedang, lengkap dengan semua data tentang panjang-lebarnya, asal-usul sejarahnya, serta logam suku cadangnya, termasuk berapa kepala yang dulu pernah dipenggalnya.
Tetapi, ilmu baru terjadi tatkala pedang itu telah menyatu dengan tangan kita. Bukan saja kita sanggup menggenggamnya dan mendayagunakannya dengan seribu teknik silat; lebih dari itu ilmu ditandai oleh realitas menyeluruh, di mana pedang itu telah menjadi bagian dari diri kita, bagian dari badan kita, akal pikiran kita, emosi hati kita, termasuk budi dan kearifan jiwa kita.

Kamis, 14 Juni 2012

Sate, Rawon, Soto Dihari Kebangkitan Nasional (20 Mei )


            Sangat menarik menelaah tulisan Djoko Susilo di rubric opini jawa pos beberapa hari yang lalu (19/05/2012). Tulisan yang berjudul “nasionalisme di belantara mal” itu mengangkat satu tema menarik tentang bangsa kita dari sudut dan lorong yang berbeda untuk diambil pelajaran berharga tentang rasa nasionalis kita terhadap bangsa ini.
            Djoko Susilo memberi satu ulasan runtut tentang nasionalisme dari pandangan fakta bahwa tidak bisa dipungkiri banyak dari kita yang menganggap kemajuan suatu daerah, kota ditandai dengan adanya mal atau pusat perbelanjaan modern di kawasan itu.  Bukan hanya itu, seakan mal masih dianggap kurang, sebuah daerah akan merasa maju jika ditiap kecamatan terdapat banyak mart yang menjual produk-produk asing (jawa pos,19/05/2012) Kenyataan tersebut patut kita renungkan. Ya, kita renungkan setelah kita melewati hari kebangkitan nasional 20 Mei beberapa hari yang lalu.  

Sabtu, 09 Juni 2012

Hijab Cinta


Wahai Tuhan semesta jagad
Malam ini angin berdesir begitu syahdu
Manancapkan semilirnya pada lubang hati yang sedang menganga
Juga
Terbukanya pintu syukur
Dengan kehadiran satu makhluk yang sebenarnya sangat "Menggangu"
Wahai Tuhan sang pembolak balik hati
Makhluk dengan keindahan semu itu menatapku
Menebar senyum "angkara" yang mematikan kalbu

Kamis, 07 Juni 2012

Penjaga Ghoib (SEDULUR PAPAT LIMO PANCER)

Saya ada menengahkan tajuk SEDULUR PAPAT LIMO PANCER niiii...kali ini saya cuba menengahkan lagi isu niii dengan lebih jelas....kalau ada teguran/ kesalahan sila tegur saya.....

Siang dan malam keempat pendekar gaib ini setia menunggu kita. Saat genting dan bahaya, dia menyeret kita ke tempat yang aman. Saudara penjaga gaib ini bukan jin.

Semakin lama belajar ajaran-ajaran leluhur Jawa, kita akan semakin terkagum-kagum pada para nenek moyang. Ilmu yang mereka ajarkan tidak bertentangan dengan agama, bahkan sesuai dan memperkaya pemahaman agama yang kita anut.

Sayangnya banyak yang masih memandang sebelah mata ajaran para leluhur Jawa ini. Bahkan ada yang menuduhnya sebagai syirik, khurofat dan takhayul. Para penuduh ini mungkin lupa, bahwa ajaran Jawa disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami orang Jawa. Memang, para leluhur kita kadang tidak fasih melafalkan kata-kata Arab. Para leluhur ini juga orang yang masih gagap iptek. Namun, jangan salah sangka dulu.

Kuliah yes + organisasi yes = Selingan
Oleh : Andri Kurniawan*

Dikalangan teman-teman aktivis, bukan aktivis akademis melainkan aktivis organisatoris tertimbun satu ideologi klasik yang menjadi satu eksistensi dari keberadaan mereka. Eksistensi dengan dalih ideologi ini menjadi pola fikir yang tidak bisa dilepaskan dari sudut vertikal maupun horizontal. Ketika dihapkan pada sistem kaku, kolot, ideologi ini muncul sebagai bentuk pembrontakan dan perjuangan untuk melawan sistem kolot itu. Entah, aku juga tak bisa memberi representasi secara komperehensif mengapa aku menyebutnya sebagai ideologi. Yang kupahami adalah bahwa ketika manusia dihantam pada sebuah dinamika sosial, maka yang pertama berkehendak untuk bergerak apa dan bagaimana adalah dari pola fikir, metodologi pemikiran yang disebut dengan ideologi. Sek-sek, mungkin bukan ideologi tepatnya, mungkin “prinsip” lebih mendekati.

Selasa, 05 Juni 2012

Kesaktian Hape

       Sekarang ini, kalau tak punya Hape seakan nggak gaul, nggak mboys, ndeso. Hari gini gak punya Hape?..Hape sudah menjadi komoditas bagi semua segmen masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dulu, awal tahun 200 an hanya segelintir orang yang nduweni alat canggih ini. Namun tidak untuk zaman kosmopolita sekarang, segmennya semakin luas. Mulai dari tukang sedot Wc, pasukan kuning, tukang jagal, tukang bakso, preman, mahasiswa, siswa, hingga pejabat Hape sudah menjadi daya gengsi, popularitas kecil dari majunya teknologi. Perubahan besar dari zaman konvensional menjadi digital. 

Sombong

Ku saksikan panorama alam
Membentang tegak nan tinggi menjulang
Gunung-gunung hampa resah menyaksikan
Segala sifat kesombongan manusia
Awan, kabut menagis deru melihat congkaknya peradaban
.
Bromo yang dingin itu menyengat apa saja
Kulit, tulang, hingga rasa usik dan geli
Gunung dengan julang yang tinggi itu berbisik
"hai manusia, akulah makhluk Tuhan yang senantiasa bersujud dan patuh kepadaNya
Tapi mengapa kau wahai manusia
Merasa sombong nan angkuh terhadap TuhanMu
.
Sejenak tiba-tiba angin kencang menderu
Bromo yang indah itu seakan menutup lukanya dengan bercik-bercik asap
Yang menempel disetiap kulit
.
Subhanallah......

Bromo, 1-2 Juni 2012








Kamis, 24 Mei 2012

Website resmi untuk Omik Fakultas Hudaya


Setiap lembaga, organisasi membutuhkan ruang khusus agar ia bias dikenal oleh masyarakat luas. Artinya, pengenalan diri kepada public sudah menjadi satu alat yang harus diterapkan agar setiap lembaga termsuk organisasi agar ia mempunyai bergend dimasyarakat, mahasiswa, dan segala segmentasi yang melingkupinya.
Salah satu segment yang mulai rame, gencar dengan aktivitas hari-hari ini tentunya adalah lembaga eksekutif mahasiswa baik Hmj maupun Dema. Dengan segala bentuk progam kerja, lembaga ini seyogyanya ingin merangkul seluruh jajaran mahasiswa agar mau berpartisipasi aktif dalam mengakomodir, memperjuangkan hak-hak mahasiswa, menyerap aspirasi public dalam menegakkan republic mahasiswa yang sehat, dan progresif. Lembaga ini terbukti menjadi motor organisasi yang kuat untuk memfilter kebijakan-kebijakan rektorat yang dianggap kurang pro dengan mahasiswa. Namun sayang, lembaga eksekutif belum sepenuhnya mendapat “apresiasi” secara komperehensif dari jajaran dosen, dekanat, hingga rektorat.

Sabtu, 19 Mei 2012

Gunting, Rambut Gondrong dan Bapak Berbrewok


            Suatu kali, aku mengantarkan seorang kawan ke sebuah kantor instansi di perguruan tinggi ternama di Malang. Maksud dan tujuan kawanku ke kantor institusi tersebut adalah meminta hak serta ngurusi administrasi yang berkaitan dengan proses beasiswanya di salah satu perguruan tinggi. Ini adalah kali kedua dia datang ke kantor instansi tersebut setelah kali yang pertama dia ditolak dan diusir dari tempat itu. Tentunya, ketika kawanku ini memberanikan diri untuk datang lagi dia sudah menyiapkan mental, kejernihan akal, dan sedikit srategi  agar tidak mengalami kali kedua seperti yang pertama dia alami pada waktu sebelumnya.
             Ketika kami sampai di kantor aku katakan kepadanya “Bleh, opo kowe siap?engko awakmu diusir maneh. “Ah..santae, sing penting aku maju dulu” ujarnya acuh. Sepertinya sudah mantap dia. Apapun hasilnya, diterima, ditolak, diusir kali ketiga, bahkan diblack list nama agaknya dia sudah tak peduli. Kebutuhan yang bersifat pragmatis sudah tak bisa ditunda lagi, harus segera direalisasikan. Idealis tak dibutuhkan saat ini.