Ada ruh Al-Ghazali dan Socrates di
dalam dirimu
Teori tentang individualisme muncul karena dia dianggap
asing, aneh, tidak berbicara dan tidak
berbuat, apatis terhadap segala segmen kehidupan entah cultural
maupun structural. Anda punya sensivitas yang cukup representatif untuk
menilai gejala seperti ini jika anda sedikit mau membuka mata dan telinga. Ini
titik yang paling sederhana dan mudah. Tengoklah di sekitar dimana anda berada,
di masjid, gereja, warung, perkantoran, kampus, lapangan sepak bola, gedung-gedung
megah metropolitan dan lain-lain. Bicaralah dengan akal dan hati terhadap siapa
saja yang anda temui. Jangan mengedapankan ego dan status sosial,
mentang-mentang dosen, ustadz, muallim, lalu menjaga jarak dengan tidak mau
ngopi dan futsalan bareng. Kalian menutup diri dan kehilangan interaksi sosial
dengan mengagung-agungkan jabatan dan prestisiusitas. Maqalah Ki hajar
Dewantoro tentang Ing ngarso sung tulodo ing madyo mangun karso belum
sepenuhnya terpatri dalam tingginya intelektualitas kita. Manusia pintar nan
cerdas memang gampang dicari, tapi manusia yang paham dan mengerti seakan
hilang tertelan bumi. Wahai bumi, segera keluarkan manusia-manusia itu dari
perutmu.
Teori tentang individualisme muncul karena dia dianggap
asing, aneh, tidak berbicara dan tidak
berbuat, apatis terhadap segala segmen kehidupan entah cultural
maupun structural. Anda punya sensivitas yang cukup representatif untuk
menilai gejala seperti ini jika anda sedikit mau membuka mata dan telinga. Ini
titik yang paling sederhana dan mudah. Tengoklah di sekitar dimana anda berada,
di masjid, gereja, warung, perkantoran, kampus, lapangan sepak bola, gedung-gedung
megah metropolitan dan lain-lain. Bicaralah dengan akal dan hati terhadap siapa
saja yang anda temui. Jangan mengedapankan ego dan status sosial,
mentang-mentang dosen, ustadz, muallim, lalu menjaga jarak dengan tidak mau
ngopi dan futsalan bareng. Kalian menutup diri dan kehilangan interaksi sosial
dengan mengagung-agungkan jabatan dan prestisiusitas. Maqalah Ki hajar
Dewantoro tentang Ing ngarso sung tulodo ing madyo mangun karso belum
sepenuhnya terpatri dalam tingginya intelektualitas kita. Manusia pintar nan
cerdas memang gampang dicari, tapi manusia yang paham dan mengerti seakan
hilang tertelan bumi. Wahai bumi, segera keluarkan manusia-manusia itu dari
perutmu.

