Selasa, 08 Mei 2012
Dialog Kebangsaan "Membaca Indonesia" PMII rayon perjuangan Ibnu Aqil
Selasa, 01 Mei 2012
Klarifikasiku pada Tuhan
Bukan
maksudku meninggallkanmu Tuhan
Juga bukan
maksudku mematikan cahaya terangmu dalam kalbuku
Tidak Tuhan
Tidak
Tuhan Merasa Cemburu
Perempuan
itu bernama May
Tidak cantik tidak menggoda
Tidak berlihai tidak juga menggoda
Namun Cahaya Tuhan seakan hadir dipelupuk matanya
Tidak berlihai tidak juga menggoda
Namun Cahaya Tuhan seakan hadir dipelupuk matanya
Senin, 30 April 2012
Hamparan itu..
Hamparan sangat luas nan penuh dengan kekosongan masih menyeruak di depan bola mataku. Hamparan itu bukanlah berupa kebun, ladang, atau lapangan hijau yang dipenuhi dengan keberagaman cipta yang ada. Anak-anak kecil bermain, beberapa domba asyik makan rumput, atau sepasang kekasih memadu asmara di kehijauan itu. Bukan itu yang kumaksud kawan.Sabtu, 28 April 2012
Untuk Perempuan yang bernama May
May, sejenak ingin ketinggaalkaan jejak langkah yang baru
kemarin kubuat
Hanya sejenak, tidak akan lama
Kau tahu kan, dinamika hidup begitu kejam, ekstrim, penuh intrik
Kekejaamannya membuat derap langkah menjadi berat, berat sekali
Kau tahu kan, dinamika hidup begitu kejam, ekstrim, penuh intrik
Kekejaamannya membuat derap langkah menjadi berat, berat sekali
Galau?
Tidak may, itu hanya alasan yang dibuat-buat
Tidak may, itu hanya alasan yang dibuat-buat
Mari tengok sejarah
Pahami dimana ia beralur
Pahami dimana ia beralur
Kamis, 26 April 2012
Tamu itu bernama Bau kentut
Kegundahan
serta ketidaktenangan itu muncul tatkala ada satu siluman, bau kentut tiba-tiba
menyeruak masuk ke dalam tanpa izin sang empunya rumah, tanpa basa-basi andhap
ashor, dan membuat suasana gaduh tanpa merasa sungkan dan dosa. Seisi rumah terkena imbas bau yang tidak sedap. Entah, makan apa dia sehingga kentutnya begitu "wangi" dan menebar. Imbas hakikinya berupa salah paham,
interkoneksi dalam berkomunikasi, munculnya duga'an-duga'an subjektif dan yang
paling ekstrim satu keluarga harmonis itu mulai berhalusinasi bahwa ada satu
proses saling meng-intrik diantara mereka.Rabu, 25 April 2012
Pelantkan Omik Fakultas Humbud periode 2012-2013
Pelantikan OMIK Fakultas Humaniora dan Budaya Uin maliki Malang periode 2012-2013 beberapa waktu lalu (20/05) di gedung Sc lt.02 menjadi awal dari sebuah tanggung jawab dan perjuangan baru dalam mewujudkan kesuksesan bersama. Dema-F, Hmj BSi, Hmj BSA, dan Hmj PBA mengikuti acara pelantikan ini dengan khidmat. Acara yang diselenggarakan oleh Sema-F fakultas ini adalah satu rentetan dari beberapa acara yang lainnya. Setelah semua Omik mengikuti pelantikan, mereka selanjutnya akan digodok dengan pelatihan organisasi yang dilaksanakan di ruang auditorium dan galeri lt.3 fakultas Humbud.
Selasa, 24 April 2012
Coretan untuk Sahabat
Mahasantri Ma'had Sunan Ampel Al- 'Aly itu akhirnya muntab
Lagi-lagi kisruh mewarnai kehidupan ini dengan berbagai
segmen yang meliputi. Sesungguhnya ada latar belakang dan alasan rasional
kenapa kekisruhan tak dapat di elakkan. Sistem sosial, birokrasi kampus,
politik kekuasaan “kecil” dunia mahasiswa, feodalisme fakultas maupun jurusan,
maupun kebijakan ma’had dimana mahasiswa
Uin maliki berkutat dengan urusan intelektual, moral, dan sosial. Selama ini,
tidak ada gerakan praktis untuk mengatasi problem-problem yang terjadi.
Idealnya, seorang musyrif dan murabbi adalah penyambung lidah, pengayom, teman
curhat, sahabat dekat, konco ngopi, dan tanggap dengan masalah-masalah yang
dihadapi mahasantri. Apa keinginan mereka, selama tidak melanggar tatanan
sosial dan budaya, harusnya ditanggapi dengan hati yang lapang, fikiran yang
jernih dan prinsip silaturahmi yang terbangun. Namun yang terjadi, musyrif
maupun murabbi seakan terjebak pada structural formal. Musyrif dan murabbi
bukannya menjadi penyambung dari problematika mahasantri namun justru berubah
menjadi algojo dan pengeksekusi mahasantri.
Santri dan Peci
Santri dan Peci
Seorang kawan cerita bahwa ia baru
saja menemui, sowan ke salah seorang Kyai di
kota Malang, berharap dalam hatinya ia akan mendapatkan nasehat, petuah,
atau do’a-do’a yang bersifat kontekstual yang sesuai dengan keadaan dirinya. Kebiasaan
seseorang yang sowan kepada orang yang dianggap tua adalah satu bentuk sungkem,
andap ashor, tata karma di dalam menghormati orang tua. Khususnya orang alim.
Rasulullah SAW meng-SK mereka sebagai waratsatul Anbiya’ asistennya para
Nabi, manusia dengan derajat khusus yang mendapatkan mandat kehormatan, prestisius,
wibawa, juga sekaligus ‘cobaan’.
Langganan:
Postingan (Atom)
